Langsung ke konten utama

BNN banyak godaan, alasan Polri usulkan Heru Winarko gantikan Budi Waseso





Irjen Heru Winarko saat ini sudah resmi menempati kantor barunya di Cawang, Jakarta Timur, dan meninggalkan kantor lamanya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Hal itu ketika dirinya resmi dilantik menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Kamis (1/3) kemarin di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang memasuki masa pensiun.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, Heru dipilih menggantikan posisi Waseso, juga berdasarkan saran dari Polri. Karena pihaknya menilai kalau Heru mempunyai integritas yang baik saat menjadi Deputi Penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kenapa Polri mengajukan Irjen Heru Winarko dalam Ketua BNN terus presiden juga memilih karena Polri juga ingin integritas yang ada di KPK yang baik di KPK itu dibawa ke BNN. Integritas dan kerja di BNN yang sudah bagus dibawa pak Budi Waseso itu diperkuat kembali oleh pak Heru," kata Iqbal di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/3).

Selain karena mempunyai integritas yang baik saat di KPK dan menjadi pemimpin yang baik, Polri menunjuk Heru menggantikan posisi Waseso yang juga disahkan oleh Presiden Joko Widodo, karena di BNN sendiri juga banyak godaan yang berat. 

"Oh iya, kan di BNN banyak godaan, nah tentunya pak Heru dipilih ke sana agar pak Heru bisa menularkan integritas kinerja yang bagus untuk perkuat BNN," jelasnya.

Selain itu, sudah resminya Heru menjabat sebagai Kepala BNN, berarti saat ini kursi jabatan yang dulu pernah ia tempati di KPK kosong. Menurutnya, yang cocok untuk menggantikan posisi Heru ialah seorang Perwira Tinggi (Pati).

"Dan tentunya yang akan menggantikan posisi pak Heru juga begitu seorang Pati yang kredibel yang mementingkan tugas-tugas di KPK dan menyampingkan tentunya kepentingan-kepentingan perorangan, kelompok dan lain-lain. Dan tentunya selama bertugas juga mempunyai integritas yang bagus," ujarnya.

Tapi, sampai saat ini Polri belum menyodorkan nama kepada KPK untuk pengganti Heru menjadi Deputi Penindakan. Menurutnya, menjadi Deputi Penindakan itu harus melewati proses seleksi.

"Calon belum tahu. (Diseleksi) iya pasti. Yang jelas perwira tinggi bisa bintang 1 naik bintang 2 disitu," tandasnya.

Komentar

  1. Belum Pernah Menang Dalam Bermain Poker Online ???
    Atau Ingin Mendapatkan Penghasilan Tambahan Dengan Modal Yang Sangat Minim???
    Segera Daftarkan ID Anda di SmsQQ Yang MerupakanAgen Judi Online Terpercaya

    Solusi Yang Tepat Hanya di www(.)SmsQQ(.)com

    Kelebihan dari Agen Judi Online SmsQQ :
    - Tidak ada settingan apapun dalam permainannya 1000%
    - Minimal Deposit Hanya Rp.10.000
    - Proses Setor dan Tarik Dana akan di selesaikan dengan cepat,tepat dan akurat.Hanya memerlukan waktu 1-2 menit (Jika Tidak Ada Gangguan)
    - Kebanjiran Bonus disetiap Harinya
    - Bonus Turnover 0.3%-0.5%
    - Bonus Refferal 20% (Seumur Hidup)
    -Customer Service bersedia melayani Anda Selama 24 jam dengan pelayanan yang begitu sopan dan ramah.
    - Berkerja sama dengan 4 bank lokal : BCA-MANDIRI-BNI-BRI

    7 Permainan Dalam 1 ID :
    Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker

    Untuk Info Lebih Lanjut Dapat menghubungi Kami Di :
    BBM: 2AD05265
    WA: +855968010699
    Skype: smsqqcom@gmail.com

    Tunggu Apa Lagi Bosku ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putuskan main di film produksi mantan, ini yang dirasakan Tyas Mirasih

Tyas Mirasih kembali memutuskan untuk bermain film. Menariknya, film yang diambilnya kali ini adalah produksi mantan pacar yakni Raffi Ahmad . Raffi Ahmad selaku produser membuat film horor berjudul THE SECRET: SUSTER NGESOT URBAN LEGEND. Ya, Raffi Ahmad yang pernah menjalin hubungan dengan Tyas Mirasih mengajaknya untuk bermain dalam filmnya. Meski dengan status mantan, nyatanya tidak membuat Tyas menjadi canggung. "Nggak sama sekali, terutama Raffi. Memang dari setelah putus pun kita hubungannya baik karena di antara yang lain kan jarang ketemu karena dunianya (kerja) beda. Kalau Raffi kan sering gue datang ke acara-acara dia MC, dia manggung. Apalagi sama Gigi karena emang kita nggak pernah ada masalah personal sih jadinya mau canggung juga nggak, kalau ketemu ya kita ketawa-ketawa akrab nyambung aja," ujarnya. Lebih lanjut Tyas mengatakan antara dirinya dan Raffi bekerja secara profesional. Menurutnya, kalaupun ada perasaan canggung, dirinya tidak mungkin mengambil pr...

Terlihat Semakin Dewasa, Dhea Imut Disebut Mirip Luna Maya

Artis cantik Dhea Imut kini tumbuh semakin dewasa. Dhea Imut dikenal memiliki wajah menarik sejak memulai karirnya menjadi artis cilik. Artis bernama lengkap Claudia Anissa tersebut baru-baru ini membagikan foto terbarunya di media sosial. Dalam foto tersebut, banyak warganet yang menilai Dhea Imut semakin cantik. Di foto tersebut, Dhea Imut mengenakan baju merah muda dengan rambut panjangnya yang terurai. Selain itu, Dhea juga tampak memukau saat mengenakan lensa kontak berwarna biru. "Dunia berubah ketika mata bertemu," tulis Dhea di bagian keterangan foto. Mirip Penampilan Dhea Imut yang berubah semakin dewasa ini pun berhasil merebut perhatian para warganet. Bahkan, banyak dari mereka yang menyebut Dhea seperti Luna Maya versi muda . Komentar Warganet "Lama2 mirip kak luna maya ya...!!" tulis akun @hentahutabarat. "Skrg @deaaannisa udh cantik banget... Copyan nya @lunamaya ini mahh" tulis akun @juniaralawiyah. "Sekilas mirip luna may...

Remaja Cabuli 8 Anak di Pasar Minggu Pernah Jadi Korban

Polres Metro Jakarta Selatan menciduk pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku berinisial WED (17) ditangkap Minggu (11/3/2018) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso, menyebutkan delapan anak menjadi korban kebiadaban pelaku. Seluruh korban berjenis kelamin laki-laki. Salah satunya bahkan harus mendapatkan perawatan medis. "Korban rata-rata berusia 8-11 tahun. Mereka sudah divisum. Hasilnya salah satu korban mengalami luka serius," ucap dia kepada awak media, Senin (12/3/2018) . Bismo menjelaskan, pelaku menjalankan aksi bejatnya sejak 2016 lalu di rumahnya sendiri. Korbannya diancam dan iming-imingi es krim. Aksi bejat pelaku terbongkar usai salah satu orangtua korban memergoki pelaku. "Ketahuan sama salah satu orangtua korban. Si anak langsung memeluk pelaku," ujar dia. Pernah Jadi Korban Pelecehan Pelaku berinisial WED ternyata juga pernah menerima kenyataan b...