Langsung ke konten utama

Punya penyakit kelamin, kuli bangunan ini cabuli bocah 8 tahun



Malang nasib ZN, bocah berusia 8 tahun warga Wonokromo,Surabaya, Jawa Timur ini. Di usia yang masih belia, dia dicabuli paksa oleh SN (23), asal Rembang, Jawa Tengah. Sialnya lagi, pemuda yang bekerja sebagai kuli bangunan ini terindikasi memiliki penyakit kelamin.
Hal ini diketahui saat polisi menerima hasil visum dari rumah sakit. Namun belum diketahui apakah korban tertular penyakit tersangka itu. "Masih didalami oleh ahli apakah korban tertular apa tidak," kata Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar, Rabu (28/3).

Kata Lily, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan orang tua korban yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penangkapan terhadap tersangka. "Dari laporan itu kemudian kami melakukan penangkapan terhadap tersangka di tempat kerjanya," ucap Lily.
Sementara dari hasil pendalaman penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, peristiwa itu bermula saat korban dan SF, temannya, tengah bermain di sebuah rumah kosong yang tengah direnovasi pemiliknya. "Tersangka ini yang mengerjakan proyek renovasi rumah kosong yang ada di sekitar rumah korban," terang Lily.

Selanjutnya, SF pamit pulang. Tinggalah korban sendirian bersama tersangka di lokasi kejadian. "Kejadiannya 10 Maret lalu, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat kejadian, kondisi di sekitar TKP tengah sepi," ucap Lily.
Dalam situasi yang cukup menguntungkan itulah, tersangka melampiaskan nafsunya. "Tersangka menggendong korban, lalu ditidurkan dan dicabulinya," ungkap mantan Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini.
Korban yang dalam kondisi kesakitan, tak membuat tersangka berbelas kasihan. Tapi justru mengancam korban yang merintih sakit. "Tersangka mengancam korban agar tidak bercerita kepada siapapun," jelas Lily tanpa menyebut ancaman tersangka itu seperti apa kepada korban.

Tersangka sendiri menolak kalau dia mengancam korban saat melakukan perbuatannya itu. "Saya tidak mengancam kok," dalihnya. "Saya memang melakukannya, tapi tidak mengancam. Dia (korban) saya tidurkan di lantai."
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 81 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.







Komentar

  1. Belum Pernah Menang Dalam Bermain Poker Online ???
    Atau Ingin Mendapatkan Penghasilan Tambahan Dengan Modal Yang Sangat Minim???
    Segera Daftarkan ID Anda di SmsQQ Yang MerupakanAgen Judi Online Terpercaya

    Solusi Yang Tepat Hanya di www(.)SmsQQ(.)com

    Kelebihan dari Agen Judi Online SmsQQ :
    - Tidak ada settingan apapun dalam permainannya 1000%
    - Minimal Deposit Hanya Rp.10.000
    - Proses Setor dan Tarik Dana akan di selesaikan dengan cepat,tepat dan akurat.Hanya memerlukan waktu 1-2 menit (Jika Tidak Ada Gangguan)
    - Kebanjiran Bonus disetiap Harinya
    - Bonus Turnover 0.3%-0.5%
    - Bonus Refferal 20% (Seumur Hidup)
    -Customer Service bersedia melayani Anda Selama 24 jam dengan pelayanan yang begitu sopan dan ramah.
    - Berkerja sama dengan 4 bank lokal : BCA-MANDIRI-BNI-BRI

    7 Permainan Dalam 1 ID :
    Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker

    Untuk Info Lebih Lanjut Dapat menghubungi Kami Di :
    BBM: 2AD05265
    WA: +855968010699
    Skype: smsqqcom@gmail.com

    Tunggu Apa Lagi Bosku ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putuskan main di film produksi mantan, ini yang dirasakan Tyas Mirasih

Tyas Mirasih kembali memutuskan untuk bermain film. Menariknya, film yang diambilnya kali ini adalah produksi mantan pacar yakni Raffi Ahmad . Raffi Ahmad selaku produser membuat film horor berjudul THE SECRET: SUSTER NGESOT URBAN LEGEND. Ya, Raffi Ahmad yang pernah menjalin hubungan dengan Tyas Mirasih mengajaknya untuk bermain dalam filmnya. Meski dengan status mantan, nyatanya tidak membuat Tyas menjadi canggung. "Nggak sama sekali, terutama Raffi. Memang dari setelah putus pun kita hubungannya baik karena di antara yang lain kan jarang ketemu karena dunianya (kerja) beda. Kalau Raffi kan sering gue datang ke acara-acara dia MC, dia manggung. Apalagi sama Gigi karena emang kita nggak pernah ada masalah personal sih jadinya mau canggung juga nggak, kalau ketemu ya kita ketawa-ketawa akrab nyambung aja," ujarnya. Lebih lanjut Tyas mengatakan antara dirinya dan Raffi bekerja secara profesional. Menurutnya, kalaupun ada perasaan canggung, dirinya tidak mungkin mengambil pr...

Terlihat Semakin Dewasa, Dhea Imut Disebut Mirip Luna Maya

Artis cantik Dhea Imut kini tumbuh semakin dewasa. Dhea Imut dikenal memiliki wajah menarik sejak memulai karirnya menjadi artis cilik. Artis bernama lengkap Claudia Anissa tersebut baru-baru ini membagikan foto terbarunya di media sosial. Dalam foto tersebut, banyak warganet yang menilai Dhea Imut semakin cantik. Di foto tersebut, Dhea Imut mengenakan baju merah muda dengan rambut panjangnya yang terurai. Selain itu, Dhea juga tampak memukau saat mengenakan lensa kontak berwarna biru. "Dunia berubah ketika mata bertemu," tulis Dhea di bagian keterangan foto. Mirip Penampilan Dhea Imut yang berubah semakin dewasa ini pun berhasil merebut perhatian para warganet. Bahkan, banyak dari mereka yang menyebut Dhea seperti Luna Maya versi muda . Komentar Warganet "Lama2 mirip kak luna maya ya...!!" tulis akun @hentahutabarat. "Skrg @deaaannisa udh cantik banget... Copyan nya @lunamaya ini mahh" tulis akun @juniaralawiyah. "Sekilas mirip luna may...

Remaja Cabuli 8 Anak di Pasar Minggu Pernah Jadi Korban

Polres Metro Jakarta Selatan menciduk pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku berinisial WED (17) ditangkap Minggu (11/3/2018) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso, menyebutkan delapan anak menjadi korban kebiadaban pelaku. Seluruh korban berjenis kelamin laki-laki. Salah satunya bahkan harus mendapatkan perawatan medis. "Korban rata-rata berusia 8-11 tahun. Mereka sudah divisum. Hasilnya salah satu korban mengalami luka serius," ucap dia kepada awak media, Senin (12/3/2018) . Bismo menjelaskan, pelaku menjalankan aksi bejatnya sejak 2016 lalu di rumahnya sendiri. Korbannya diancam dan iming-imingi es krim. Aksi bejat pelaku terbongkar usai salah satu orangtua korban memergoki pelaku. "Ketahuan sama salah satu orangtua korban. Si anak langsung memeluk pelaku," ujar dia. Pernah Jadi Korban Pelecehan Pelaku berinisial WED ternyata juga pernah menerima kenyataan b...