Langsung ke konten utama

Motif Duda Cekoki Film Porno ke 6 Bocah di Rumpin Bogor



Polisi mengungkap kasus pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Selain anak yang menjadi korban, pelaku yang berjumlah enam orang itu juga masih berusia 6 hingga 11 tahun.
Dari hari penyelidikan dan pengembangan kasus kejahatan seksual terhadap anak perempuan berusia delapan tahun itu diketahui bahwa pelaku terinspirasi film porno, yang sering dicekoki seorang duda.
Menurut Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky, enam anak di bawah umur ini terdorong melakukan kejahatan seksual terhadap gadis belia karena sering dicekoki film oleh M alias K (24), seorang duda yang tak lain tetangga mereka sendiri.
"Pelaku sering mempertontonkan video porno di rumahnya," terang Dicky, Senin (5/3/2018).
Awalnya, pelaku membunyikan musik disko untuk menarik perhatian anak-anak antara lain VD (8), VK (6), WD (10), RH (11), GL (6), dan RJ (9). Setelah mereka datang ke rumahnya dan berjoget-joget, pelaku kemudian menyetel film porno tersebut.
"Tapi setiap nyetel tayangan itu pelaku mengaku tidak melakukan perbuatan cabul terhadap mereka," ujar Dicky.
Sedangkan motif tersangka mencekoki film itu kepada anak-anak untuk melatih kelamin mereka yang masih dibawah umur ini. "Jadi tujuan bermaksud mengajarkan anak-anak tersebut," jelas Dicky.
Akan tetapi, karena sering dicekoki film membuat otak anak-anak menjadi terkontaminasi. Mereka pun terdorong melakukan tindakan asusila.
Kini, polisi telah menetapkan M sebagai tersangka. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit TV, enam buah keping DVD disco dan film porno, DVD player merk GMC warna hitam biru.

Terancam 5 Tahun Penjara



Akibat perbuatannya pelaku bakal dijerat Pasal 37 junto 11 dan Pasal 32 Junto Pasal 6 Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Pornografi dengan ancaman lima tahun penjara.
Sementara keenam anak yang diduga melakukan pencabulan menjalani rehabilitasi. "Karena usianya masih dibawah umur," pungkas Dicky.
Enam anak di bawah umur sebelumnya diduga melakukan kekerasan seksual terhadap DS, bocah perempuan berusia 8 tahun di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Keenam anak pelaku itu berinisial VD (8), VK (6), WD (10), RH (11), GL (6), dan RJ (9), yang tak lain masih bertetangga dengan korban.
Kasus tersebut mencuat setelah orangtua korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke polisi dua hari setelah kejadian.

Komentar

  1. Belum Pernah Menang Dalam Bermain Poker Online ???
    Atau Ingin Mendapatkan Penghasilan Tambahan Dengan Modal Yang Sangat Minim???
    Segera Daftarkan ID Anda di SmsQQ Yang MerupakanAgen Judi Online Terpercaya

    Solusi Yang Tepat Hanya di www(.)SmsQQ(.)com

    Kelebihan dari Agen Judi Online SmsQQ :
    - Tidak ada settingan apapun dalam permainannya 1000%
    - Minimal Deposit Hanya Rp.10.000
    - Proses Setor dan Tarik Dana akan di selesaikan dengan cepat,tepat dan akurat.Hanya memerlukan waktu 1-2 menit (Jika Tidak Ada Gangguan)
    - Kebanjiran Bonus disetiap Harinya
    - Bonus Turnover 0.3%-0.5%
    - Bonus Refferal 20% (Seumur Hidup)
    -Customer Service bersedia melayani Anda Selama 24 jam dengan pelayanan yang begitu sopan dan ramah.
    - Berkerja sama dengan 4 bank lokal : BCA-MANDIRI-BNI-BRI

    7 Permainan Dalam 1 ID :
    Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker

    Untuk Info Lebih Lanjut Dapat menghubungi Kami Di :
    BBM: 2AD05265
    WA: +855968010699
    Skype: smsqqcom@gmail.com

    Tunggu Apa Lagi Bosku ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menhub Minta Ojek Online Tak Demo Saat Asian Games

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada para pengemudi ojek online untuk tidak demonstrasi pada pembukaan Asian Games, 18 Agustus 2018 mendatang. "Saya anjurkan tidak demo," kata Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (20/7/2018). Budi mengatakan, pihaknya tetap akan menjalin komunikasi dengan para pengemudi ojek online terkait tuntutan mereka. Menurut Budi, pada prinsipnya mendukung keberadaan ojek online‎. Oleh karenanya, pemerintah pusat nanti akan segera bekerjasama dengan berbagai pemerintah daerahuntuk mendukung pengoperasian ojek online tersebut. "Dirjen juga sudah mengumpulkan beberapa kelompok-kelompok (pengemudi ojek online). Mudah-mudahan ada jalan keluar. Kita akan segera bekerjasama dengan pemda-pemda," ucap Budi. Sebelumnya, pengemudi ojek online akan melakukan demo besar-besaran di dua tempat, Gelora Bung Karno Jakarta dan Gelora Jaka Baring Sport City Palembang. Aski demo akan dilakukan bertepatan dengan pembuka...

Remaja Cabuli 8 Anak di Pasar Minggu Pernah Jadi Korban

Polres Metro Jakarta Selatan menciduk pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku berinisial WED (17) ditangkap Minggu (11/3/2018) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso, menyebutkan delapan anak menjadi korban kebiadaban pelaku. Seluruh korban berjenis kelamin laki-laki. Salah satunya bahkan harus mendapatkan perawatan medis. "Korban rata-rata berusia 8-11 tahun. Mereka sudah divisum. Hasilnya salah satu korban mengalami luka serius," ucap dia kepada awak media, Senin (12/3/2018) . Bismo menjelaskan, pelaku menjalankan aksi bejatnya sejak 2016 lalu di rumahnya sendiri. Korbannya diancam dan iming-imingi es krim. Aksi bejat pelaku terbongkar usai salah satu orangtua korban memergoki pelaku. "Ketahuan sama salah satu orangtua korban. Si anak langsung memeluk pelaku," ujar dia. Pernah Jadi Korban Pelecehan Pelaku berinisial WED ternyata juga pernah menerima kenyataan b...

Putuskan main di film produksi mantan, ini yang dirasakan Tyas Mirasih

Tyas Mirasih kembali memutuskan untuk bermain film. Menariknya, film yang diambilnya kali ini adalah produksi mantan pacar yakni Raffi Ahmad . Raffi Ahmad selaku produser membuat film horor berjudul THE SECRET: SUSTER NGESOT URBAN LEGEND. Ya, Raffi Ahmad yang pernah menjalin hubungan dengan Tyas Mirasih mengajaknya untuk bermain dalam filmnya. Meski dengan status mantan, nyatanya tidak membuat Tyas menjadi canggung. "Nggak sama sekali, terutama Raffi. Memang dari setelah putus pun kita hubungannya baik karena di antara yang lain kan jarang ketemu karena dunianya (kerja) beda. Kalau Raffi kan sering gue datang ke acara-acara dia MC, dia manggung. Apalagi sama Gigi karena emang kita nggak pernah ada masalah personal sih jadinya mau canggung juga nggak, kalau ketemu ya kita ketawa-ketawa akrab nyambung aja," ujarnya. Lebih lanjut Tyas mengatakan antara dirinya dan Raffi bekerja secara profesional. Menurutnya, kalaupun ada perasaan canggung, dirinya tidak mungkin mengambil pr...