Langsung ke konten utama

Gagal Jadi Peserta Pemilu 2019, PKPI Layangkan Gugatan ke PTUN



Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menyambangi Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur. Melalui perwakilannya, partai tersebut melayangkan gugatan atas kegagalannya lolos menjadi peserta Pemilu 2019.
Pantauan Liputan6.com, Jumat (9/3/2018), pihak PKPI tiba di PTUN sekitar pukul 17.50 WIB. Ada tiga orang yang menyerahkan sejumlah berkas kepada petugas yang menerima kedatangan mereka.
Kuasa hukum PKPI, Supriadi, menyampaikan, mereka baru datang menjelang magrib lantaran ada sejumlah dokumen penting yang terselip dan harus dilengkapi terlebih dahulu.
"Tentu ini karena masalah putusan Bawaslu yang kita sudah melalui sidang ajudikasi. Makanya ini kita melalui hukum," tutur Supriadi di lokasi.
Menurut Supriadi, ada sejumlah proses administratif yang diduga telah diabaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bawaslu pun dinilai kurang teliti dalam menindaklanjuti gugatan PKPI.
"Ya optimis (menang gugatan) karena ada beberapa yang dilanggar oleh KPU," jelas kuasa hukum PKPIini.

Bawaslu Tak Loloskan PKPI



Bawaslu menyatakan, PKPI tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2019. Hal ini disampaikan dalam sidang ajudikasi penyelesaian sengketa proses pemilu yang dipimpin oleh Ketua Bawaslu Abhan.
"Memutuskan menolak eksepsi pemohon. Menolak permohonan untuk seluruhnya," ucap Abhan dalam sidang ajudikasi di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Maret 2018.
Dalam pertimbangannya, berdasarkan pendapat majelis, Bawaslu menilai, dari saksi-saksi dan ahli, maka PKPI dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam sebaran keanggotaan dalam verifikasi faktual di 4 provinsi dan 73 kabupaten/kota.

"Tidak memenuhi di Provinsi Jawa Timur 15 kabupaten/kota, Provinsi Jawa Tengah 26 kabupaten/kota, Provinsi Jawa Barat 15 kabupaten/kota, Provinsi Papua 17 kabupaten/kota," ucap anggota Bawaslu RI Fritz Edwar Siregar.
Akibatnya, PKPI dinyatakan tidak dapat memenuhi persyaratan 75 persen sebaran kepengurusan di kabupaten/kota. Atas dasar itu, Bawaslu menolak gugatan PKPI.
"Dalil-dalil pemohon, tidak dipertimbangkan, karena persyaratan dalam undang-undang pemilu tidak dipenuhi, sehingga PKPI tidak memenuhi syarat sebagai peserta pemilu 2019," sebutnya.







Komentar

  1. Belum Pernah Menang Dalam Bermain Poker Online ???
    Atau Ingin Mendapatkan Penghasilan Tambahan Dengan Modal Yang Sangat Minim???
    Segera Daftarkan ID Anda di SmsQQ Yang MerupakanAgen Judi Online Terpercaya

    Solusi Yang Tepat Hanya di www(.)SmsQQ(.)com

    Kelebihan dari Agen Judi Online SmsQQ :
    - Tidak ada settingan apapun dalam permainannya 1000%
    - Minimal Deposit Hanya Rp.10.000
    - Proses Setor dan Tarik Dana akan di selesaikan dengan cepat,tepat dan akurat.Hanya memerlukan waktu 1-2 menit (Jika Tidak Ada Gangguan)
    - Kebanjiran Bonus disetiap Harinya
    - Bonus Turnover 0.3%-0.5%
    - Bonus Refferal 20% (Seumur Hidup)
    -Customer Service bersedia melayani Anda Selama 24 jam dengan pelayanan yang begitu sopan dan ramah.
    - Berkerja sama dengan 4 bank lokal : BCA-MANDIRI-BNI-BRI

    7 Permainan Dalam 1 ID :
    Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker

    Untuk Info Lebih Lanjut Dapat menghubungi Kami Di :
    BBM: 2AD05265
    WA: +855968010699
    Skype: smsqqcom@gmail.com

    Tunggu Apa Lagi Bosku ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Putuskan main di film produksi mantan, ini yang dirasakan Tyas Mirasih

Tyas Mirasih kembali memutuskan untuk bermain film. Menariknya, film yang diambilnya kali ini adalah produksi mantan pacar yakni Raffi Ahmad . Raffi Ahmad selaku produser membuat film horor berjudul THE SECRET: SUSTER NGESOT URBAN LEGEND. Ya, Raffi Ahmad yang pernah menjalin hubungan dengan Tyas Mirasih mengajaknya untuk bermain dalam filmnya. Meski dengan status mantan, nyatanya tidak membuat Tyas menjadi canggung. "Nggak sama sekali, terutama Raffi. Memang dari setelah putus pun kita hubungannya baik karena di antara yang lain kan jarang ketemu karena dunianya (kerja) beda. Kalau Raffi kan sering gue datang ke acara-acara dia MC, dia manggung. Apalagi sama Gigi karena emang kita nggak pernah ada masalah personal sih jadinya mau canggung juga nggak, kalau ketemu ya kita ketawa-ketawa akrab nyambung aja," ujarnya. Lebih lanjut Tyas mengatakan antara dirinya dan Raffi bekerja secara profesional. Menurutnya, kalaupun ada perasaan canggung, dirinya tidak mungkin mengambil pr...

Terlihat Semakin Dewasa, Dhea Imut Disebut Mirip Luna Maya

Artis cantik Dhea Imut kini tumbuh semakin dewasa. Dhea Imut dikenal memiliki wajah menarik sejak memulai karirnya menjadi artis cilik. Artis bernama lengkap Claudia Anissa tersebut baru-baru ini membagikan foto terbarunya di media sosial. Dalam foto tersebut, banyak warganet yang menilai Dhea Imut semakin cantik. Di foto tersebut, Dhea Imut mengenakan baju merah muda dengan rambut panjangnya yang terurai. Selain itu, Dhea juga tampak memukau saat mengenakan lensa kontak berwarna biru. "Dunia berubah ketika mata bertemu," tulis Dhea di bagian keterangan foto. Mirip Penampilan Dhea Imut yang berubah semakin dewasa ini pun berhasil merebut perhatian para warganet. Bahkan, banyak dari mereka yang menyebut Dhea seperti Luna Maya versi muda . Komentar Warganet "Lama2 mirip kak luna maya ya...!!" tulis akun @hentahutabarat. "Skrg @deaaannisa udh cantik banget... Copyan nya @lunamaya ini mahh" tulis akun @juniaralawiyah. "Sekilas mirip luna may...

Remaja Cabuli 8 Anak di Pasar Minggu Pernah Jadi Korban

Polres Metro Jakarta Selatan menciduk pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku berinisial WED (17) ditangkap Minggu (11/3/2018) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso, menyebutkan delapan anak menjadi korban kebiadaban pelaku. Seluruh korban berjenis kelamin laki-laki. Salah satunya bahkan harus mendapatkan perawatan medis. "Korban rata-rata berusia 8-11 tahun. Mereka sudah divisum. Hasilnya salah satu korban mengalami luka serius," ucap dia kepada awak media, Senin (12/3/2018) . Bismo menjelaskan, pelaku menjalankan aksi bejatnya sejak 2016 lalu di rumahnya sendiri. Korbannya diancam dan iming-imingi es krim. Aksi bejat pelaku terbongkar usai salah satu orangtua korban memergoki pelaku. "Ketahuan sama salah satu orangtua korban. Si anak langsung memeluk pelaku," ujar dia. Pernah Jadi Korban Pelecehan Pelaku berinisial WED ternyata juga pernah menerima kenyataan b...